Saya membuat blog ini karena ...

... sulit sekali menemukan informasi mengenai jenis tanaman dari situs pemerintah yang ada di Indonesia. Blog ini tidak perlu ada andaikan saja pemerintah Indonesia bisa mencontoh apa yang dilakukan pemerintah negara tetangga untuk mencatat dan mempromosikan keanekaragaman hayatinya. Para bapak/ibu pejabat yang sering studi banding ke luar negeri, tolong pelajari bagaimana negara tetangga mempedulikan keanekaragaman hayatinya : Atlas of Living Australia | FloraBase - The Western Australia Flora | Plants and Animlas of Northern Territory | Digital Flora of Papua New Guinea | Philippine Biodiversity | Malaysian Flora and Fauna | Biodiversity Portal of Singapore | Dicari, URL situs serupa untuk Indonesia! Ditemukan: fObi, tapi bukan prakarsa pemerintah.

Rabu, 30 September 2015

Temulawak - Tanaman Obat

Temulawak - Siapa yang sering minum jamu pasti mengenal tanaman obat yang satu ini, yaitu Temulawak. Tanaman ini merupakan bagian dari kelompok umbi-umbian yang biasa tumbuh liar di pegunungan dan juga banyak di budidayakan sebagai salah satu bahan membuat jamu.
Khasiat temulawak ini sangat bagus untuk pengobatan, yuk kita simak cara meramu temulawak untuk mengobati berbagai penyakit:

- Untuk Obat Sakit Pinggang
Bahan:
- 1 rimpang temulawak
- 1 rimpang kunyit
- segenggam daun kumis kucing
Cara Membuatnya: Rebus semua bahan dengan 1 liter air, saring dan minum segelas setiap hari

Untuk Obat Sakit Kepala dan masuk angin
Bahan:
- temulawak secukupnya.
Cara membuatnya: Cuci bersih temulawak, potong tipis-tipis, jemur dan dikeringkan, setelah itu ditumbuk halus sampai jadi tepung. Kemudian rebus 4 sendok tepung temulawak dengan 4 gelas air sampai mendidih hingga tersisa 3 gelas air, saring dan kemudian minum selagi hangat.

Obat Sakit Maag
Bahan:
- 1 rimpang temulawak.
Cara membuatnya: Cuci bersih temulawak, potong tipis-tipis. Rebus dengan 5 gelas air hingga mendidih, saring dan minum segelas sehari.

- Obat Sembelit
Bahan :
- 1 rimpang temulawak
- biji sawi.
Cara membuatnya : tumbuk temulawak dan biji sawi sampai halus, kemudian diseduh dengan air panas secukupnya, saring dan minum selagi hangat.

Diambil dari berbagai sumber

Kencur - Tanaman Obat

Kencur - Asma merupakan gangguan pernafasan yang bersifat alergis yaitu peka terhadap sesuatu yang masuk dalam tubuh melalui saluran pernafasan seperti debu atau udara dingin. Penderita asma akan mengalami kesulitan bernafas dan juga mengalami rasa sesak di dalam dada. 

Saat menarik napas, tekanan dalam dada menurun sehingga udara dapat masuk. Berkurangnya tekanan membantu mempertahankan agar saluran pernapasan tetap terbuka. Saat menghembuskan napas, tekanan di dalamnya meningkat sehingga mempengaruhi dinding saluran pernapasan dan cabang-cabangnya sehingga menjadi pipih. Keadaan ini menyebabkan saluran pernapasan menjadi sempit sehingga sulit menghembuskan napas. Hal inilah yang menyebabkan penderita asma mengalami kesulitan saat menghembuskan napas, yang biasanya disertai timbulnya suara.

Hal-hal yang dapat memperburuk serangan asma antara lain: Tekanan emosional, kelelahan, bau-bauan, asap rokok, perubahan suhu, kelembapan, dan lain-lain.




 * Kencur

Bahan bahan :

    Kencur secukupnya
    2 sendok makan Madu murni
    1 butir telur ayam kampung
    1/4 Jerik nipis

Cara pembuatan :
Kencur dicuci bersih lalu parut dan peras airnya. Hasil perasannya dicampur madu dan telur ayam dan jangan lupa campur juga perasan jeruk nipis lalu aduk sampai semuanya benar benar tercampur.

Cara menggunakannya
Minum ramuan tersebut pada sore dan malam menjelang tidur
Ramuan obat alami asma 2

* Sirih
 

    7 lembar daun sirih
    1 sendok teh lada putih
    Minyak kayu putih secukupnya

Cara pembuatan  ramuan ini adalah; Gerus lada putih dan daun sirih hingga halus. Hasil gerusan tadi dicampur dengan minyak kayu putih secukupnya.

Cara menggunakan ramuan ini adalah sebagai obat luar yaitu balurkan ramuan ini di dada dan leher penderita asma.

* Melati
15 gram bunga melati direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian airnya diminum selagi hangat. Pemakaian : Konsumsi secara teratur 2 kali sehari

Semoga bermanafaat untuk kita semua.

Rabu, 08 April 2015

Cabai atau Cabek

Cabai atau cabai merah atau chili adalah buah dan tumbuhan anggota genus Capsicum. Buahnya dapat digolongkan sebagaisayuran maupun bumbu, tergantung bagaimana digunakan. Sebagai bumbu, buah cabai yang pedas sangat populer di Asia Tenggara sebagai penguat rasa makanan. Bagi seni masakan Padang, cabai bahkan dianggap sebagai "bahan makanan pokok" ke sepuluh (alih-alih sembilan). Sangat sulit bagi masakan Padang dibuat tanpa cabai.



Manfaat
Cabai merah Besar (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu jenis sayuran yang memilki nilai ekonomi yang tinggi. Cabai mengandung berbagai macam senyawa yang berguna bagi kesehatan manusia. [1]. Sun et al. (2007) melaporkan cabai mengandung antioksidan yang berfungsi untuk menjaga tubuh dari serangan radikal bebas. Kandungan terbesar antioksidan ini adalah pada cabai hijau. Cabai juga mengandung Lasparaginase dan Capsaicin yang berperan sebagai zat antikanker (Kilham 2006; Bano & Sivaramakrishnan 1980).
Cabai (Capsicum annum L) merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak dibudidayakan oleh petani di Indonesia karena memiliki harga jual yang tinggi [2] dan memiliki beberapa manfaat kesehatan yang salah satunya adalah zat capsaicin yang berfungsi dalam mengendalikan penyakit kanker. Selain itu kandungan vitamin C yang cukup tinggi pada cabai dapat memenuhi kebutuhan harian setiap orang, namun harus dikonsumsi secukupnya untuk menghindari nyeri lambung.



Cara penanaman
Cabai atau lombok termasuk dalam suku terong-terongan (Solanaceae) dan merupakan tanaman yang mudah ditanam di dataran rendah ataupun di dataran tinggi. Tanaman cabai banyak mengandung vitamin A dan vitamin C serta mengandung minyak atsiri capsaicin, yang menyebabkan rasa pedas dan memberikan kehangatan panas bila digunakan untuk rempah-rempah (bumbu dapur). Cabai dapat ditanam dengan mudah sehingga bisa dipakai untuk kebutuhan sehari-hari tanpa harus membelinya di pasar.
Tanaman cabai cocok ditanam pada tanah yang kaya humus, gembur dan sarang, serta tidak tergenang air; pH tanah yang ideal sekitar 5-6. Waktu tanam yang baik untuk lahan kering adalah pada akhir musim hujan (Maret-April). Untuk memperoleh harga cabai yang tinggi, bisa juga dilakukan pada bulan Oktober dan panen pada bulan Desember, walaupun ada risiko kegagalan. Tanaman cabai diperbanyak melalui biji yang ditanam dari tanaman yang sehat serta bebas dari hama dan penyakit. Buah cabai yang telah diseleksi untuk bibit dijemur hingga kering. Kalau panasnya cukup dalam lima hari telah kering kemudian baru diambil bijinya: Untuk areal satu hektar dibutuhkan sekitar 2-3 kg buah cabai (300-500 gr biji).


Permasalahan produksi
Salah satu kendala utama dalam sistem produksi cabai di Indonesia adalah adanya serangan lalat buah pada buah cabai. Hama ini sering menyebabkan gagal panen[3]. Laporan Departemen Pertanian RI tahun 2006 menunjukkan bahwa kerusakan pada tanaman cabai di Indonesia dapat mencapai 35%. Buah cabai yang terserang sering tampak sehat dan utuh dari luar tetapi bila dilihat di dalamnya membusuk dan mengandung larva lalat. Penyebabnya terutama adalah lalat buah Bactrocera carambolae. Karena gejala awalnya yang tak tampak jelas, sementara hama ini sebarannya masih terbatas di Indonesia, lalat buah menjadi hama karantina yang ditakuti sehingga dapat menjadi penghambat ekspor buah-buahan maupun pada produksi cabai.
Selain lalat buah, Kutudaun Myzus persicae (Hemiptera: Aphididae) merupakan salah satu hama penting pada budidaya cabai karena dapat menyebabkan kerusakan hingga 80%. Upaya pengendaliannya dapat menggunakan insektida nabati ekstrak Tephrosia vogelii dan Alpinia galanga. [4]
Upaya penanggulangan hama
Sebenarnya sudah dilakukan upaya untuk mengendalikan serangan lalat buah ini, di antaranya adalah pembrongsongan yang dapat mencegah serangan lalat buah. Akan tetapi, cara ini tidak praktis untuk dilakukan pada tanaman cabai dalam areal yang luas. Sementara penggunaan insektisida selain mencemari lingkungan juga sangat berbahaya bagikonsumen buah. Oleh karena itu, diperlukan cara pengendalian yang ramah lingkungan dan cocok untuk diterapkan di areal luas seperti di lahan sentral produksi cabai. Upaya pengendalian lalat buah pada tanaman cabai, khususnya cabai merah, adalah penggunaan insektisida sintetik karena dianggap praktis, mudah didapat, dan menunjukkan efek yang cepat. Selain insektisida sintetik, insektisida nabati seperti kacang babi Tephrosia vogelii, jeruk purut Citrus hystrix, serai wangi Cymbopogon citratus efektif sebagai penolak lalat buah.[5]
Adiyoga dan Soetiarso (1999) melaporkan 80% petani sayuran menggunakan pestisida untuk mengendalikan penyakit tanaman. Akan tetapi penggunaan insektisida tersebut sering meninggalkan residu yang berbahaya terhadap lingkungan dan kesehatan manusia (Duriat 1996). Di samping harga insektisida sintetik yang mahal, dampak dari adanya residu insektisida sintetik dalam bidang ekonomi adalah penolakan ekspor oleh banyak negara tujuan ekspor atas produk-produk cabai yang mengandung residu fungisida danpestisida lain (Caswell & Modjusca 1996). Di antara insektisida yang banyak digunakan dalam pengendalian serangan lalat buah pada cabai adalah Diazinon, Dursban, Supracide, Tamaron dengan konsentrasi 3-5%, dan Agrothion (Pracaya 1991).
Referensi
1.     ^ Sayuti A. 2006. Geografi budaya dalam wilayah pembangunan daerah Sumatera Barat. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah.
2.     ^ Kardinan. 2002. Pestisida Nabati Ramuan dan Aplikasi. Jakarta: Penebar Swadaya.
3.     ^ Kalshoven, L.G.E. 1981. The Pest of Crops in Indonesia. Jakarta: PT. Ichtiar Baru Van Hoeve.
Lihat pula
·         Bumbu dapur
·         Cabai merah

·         Cabai rawit

Selasa, 20 Januari 2015

Mentawa atau Entawa'



Mentawak atau Entawa' adalah salah satu buah hutan yang menjadi buruan orang, dimana buah yang biasa dimakan saat mentah ini sangat kenyal, bewarnakan oren kemerah merahan. buah utan ini memiliki kesamaan dengan buah utan lainya seperti pingan dan terap(bahasa tempatan). Dulu buah ini sangatlah tidak berharga seiring dengan berkembangnya Kec.sekayam maka pohon yang tadinya menjulang ditebang karna digunakan untuk membangun rumah dan sebagainya. hingga saat ini buah ini menjadi buah kelas menengah keatas. buah ini bisa menembus harga Rp.15.000.- / buah. tentu ini sangat mahal dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu hanya Rp.500.- sampai 2.000,- saja

Menikmati geliat pasar Sekadau di tepian penyeberangan Kapuas saat embun pagi  masih menggantung, menemukan buah unik seukuran mangkuk tangan orang dewasa,  berbentuk mirip kluwih berwarna kuning. Itulah sosok buah Mentawa alias mentawak, atau entawak (Artocarpus anisophyllus) anggota suku Moraceae (kelompok nangka-nangkaan). Buah mentawa merupakan salah satu buah lokal unik dan langka khas Kalimantan, menurut pustaka juga dijumpai di Semenanjung Malaya dan Sumatra. Mudah dibelah dengan tangan dan menampakkan daging buah berwarna merah oranye cerah diantara ‘dami’. Rasa buah manis lezat aroma harum, tekstur daging buah lembut dengan biji keras. 






Kenikmatan sensasional dari buah mentawa yang dinikmati di bulan November 2012 di Sekadau. Menurut beberapa sahabat Kalimantan, biji yang dikeringkan dan digoreng sangan rasanya gurih. Habitat alaminya adalah hutan hujan tropis, alih fungsi habitatnya menjadi penanaman monokultur sangat berpotensi menurunkan populasi Mentawa yang semakin langka. Mentawa salah satu kekayaan amat berharga dari bumi Nusantara, semoga tidak menjadi tinggal cerita bagi generasi mendatang.