Saya membuat blog ini karena ...

... sulit sekali menemukan informasi mengenai jenis tanaman dari situs pemerintah yang ada di Indonesia. Blog ini tidak perlu ada andaikan saja pemerintah Indonesia bisa mencontoh apa yang dilakukan pemerintah negara tetangga untuk mencatat dan mempromosikan keanekaragaman hayatinya. Para bapak/ibu pejabat yang sering studi banding ke luar negeri, tolong pelajari bagaimana negara tetangga mempedulikan keanekaragaman hayatinya : Atlas of Living Australia | FloraBase - The Western Australia Flora | Plants and Animlas of Northern Territory | Digital Flora of Papua New Guinea | Philippine Biodiversity | Malaysian Flora and Fauna | Biodiversity Portal of Singapore | Dicari, URL situs serupa untuk Indonesia! Ditemukan: fObi, tapi bukan prakarsa pemerintah.

Kamis, 06 Februari 2014

Srikaya



Srikaya merupakan tanaman buah-buahan dari suku Annonaceae, berasal geografik dari Amerika Tropik, khususnya Karibia. Kini tanaman ini telah menyebar luas di berbagai kawasan tropik dunia, khususnya dibudidayakan secara besar-besaran di  Colombia, El Salvador, India, Bangladesh, Pakistan dan Filipina. Tanaman ini tumbuh meliar di Timor Barat. Nama umum dalam bahasa Inggris adalah sweetsop atau sugar-pineapple, sedangkan nama ilmiahnya adalah Annona squamosa L. (periksa nama ilmiah dan klasifikasi: ITIS, GBIF Data Portal, The Plant List).

Semak atau pohon selalu hijau atau semi selalu hijau, tinngi dapat mencapai 6-8 m. Daun merupakan daun tunggal, duduk berselang-seling, bentuk lembing, 5-17 cm x 2-5 cm. Bunga berangkai, terdiri atas 1-4 bunga, diameter bunga 1,5-3 cm, terdiri atas 3 daun mahkota berukuran besar dan 3 daun mahkota berukuran kecil, berwarna kuning-hijau dengan bintik ungu di bagian dasar. Buah bulat atau menyerupai buah kerucut cemara, diameter 6-10 cm, berat 100-230 g, dengan kulit bersisik berwarna hijau. Daging buah menyelaputi biji, warna daging buah putih atau bersemu kekuningan, warna biji coklat kehitaman, panjang 12-18 mm, tersebar banyak dalam buah, keras dan mengkilat. Bunga diserbuki dengan bantuan kumbang dari suku Nitidulidae, Staphylinidae, Chrysomelidae, Curculionidae dan Scarabeidae.

Buah dikonsumsi setelah matang, perasan biji setelah ditumbuk digunakan untuk membasmi kutu kepala, minyak dari biji merupakan insektisida botanik.


Pohon Srikaya

Bunga Pohon Srikaya

Buah Jenis Pohon Srikaya Merah






Kerabat dekat:
  • Atemoya, Annona x atemoya, hasil persilangan antara srikaya dan cherimoya (Annona chermolla Mill.)
  • Cherimoya, Annona cherimola Mill., tumbuhan asal Amerika Tengah atau Andes
  • Custard apple, Annona reticulata L., tumbuhan asal Amerika Tropik dataran rendah
  • Soursop, Annona muricata L., tumbuhan asal Mexico, Cuba, Central America, Karibia dan Amerika Selatan bagian Utara: Colombia, Brazil, Peru, dan Venezuela.

Pinang



Pinang (Areca catechu L., periksa status nama dan sinonim) adalah sejenis palma yang tumbuh di daerah Pasifik, Asia dan Afrika bagian timur. Di berbagai daerah di Indonesia, pinang dikenal dengan berbagai nama lokal, di antaranya adalah pineung (Aceh), pining (Batak Toba), penang (Madura), jambe (Jawa, Sunda), buah, bua, ua, wua, pua, fua, hua (Bali, Nusa Tenggara dan Maluku). Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai betel palm atau betel nut tree.
Batang lurus langsing, dapat mencapai tinggi 25 m dengan diameterkurang lebih 15 cm, meski ada pula yang lebih besar. Tajuk tidak rimbun. Pelepah daun berbentuk tabung dengan panjang 80 cm, tangkai daun pendek, panjang helaian daun 80 cm, anak daun 85 x 5 cm, dengan ujung sobek dan bergerigi. Tongkol bunga dengan seludang (spatha) yang panjang dan mudah rontok, muncul di bawah daun, panjang lebih kurang 75 cm, dengan tangkai pendek bercabang rangkap, sumbu ujung sampai panjang 35 cm, denga~ 1 bunga betina pada pangkal. Di atasnya terdapat banyak bunga jantan tersusun dalam 2 baris yang tertancap dalam alur. Panjang bunga jantan 4 mm, putih kuning, benang sari 6. Panjang bunga betina 1,5 cm, hijau, bakal buah beruang 1. Buah merupakan buah buni bulat telur terbalik memanjang, merah oranye, panjang 3,5-7 cm, dengan dinding buah yang berserabut. Biji 1 berbentuk telur, dan memiliki gambaran seperti jala.

Pinang terutama ditanam untuk dimanfaatkan bijinya, yang di dunia Barat dikenal sebagai betel nut. Biji ini digunakan sebagai campuran mengunyah sirih, selain gambir, kapur, dan tembakau. Biji pinang mengandung alkaloida seperti bersifat racun dan adiktif, dapat merangsang otak. Biji pinang menimbulkan rasa pening apabila dikunyah karena mengandung zat yang memabukkan. Secara tradisional, biji pinang digunakan untuk mengobati sakit disentri, diare berdarah, dan kudisan. Biji ini juga dimanfaatkan sebagai penghasil zat pewarna merah dan bahan penyamak. Pelepah daun yang seperti tabung (dikenal sebagai upih) digunakan sebagai pembungkus kue-kue dan makanan. Umbutnya dimakan sebagai lalapan atau dibikin acar. Batangnya kerap diperjual belikan, terutama di kota-kota besar di Jawa menjelang perayaan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus, sebagai sarana untuk lomba panjat pinang. Meski kurang begitu awet, batang pinang yang tua juga dimanfaatkansebagai bahan bangunan. Batang pinang tua yang dibelah dan dibuang tengahnya digunakan untuk membuat talang atau saluran air.


Buah Pinang yang akan dijua
 
Buah Pinang yang sudah dikupas kulitnya

Jenis Tanaman Pinang Lainnya:
Areca catechu cv. Alba (pinang bonak). Pinang dengan warna pelepah daun hijau cerah, daun hijau gelap, buah lebih bulat daripada pinang biasa. Dibudidayakan dan digunakan dengan tujuan yang sama dengan budidaya dan penggunaan pinang pada umumnya.

Pohon Pinang Bonak


Areca triandra Roxb. ex Buch.-Ham.(pinang hias, triandra palm). Pinang asli kawasan Asia Tenggara, tumbuh merumpun dengan batang hijau terang dan daun hijau gelap, bunga kekuningan deangan bau wangi seperti bau bunga jeruk, buah tua berwarna merah tua dengan panjang 2,5 cm.

Buah Pinang Hias

Areca vestiaria Giseke sin. Areca langloisiana, A. leptopeltate, A. heinrici, A. paniculata, Ptychosperma paniculatum, P. vestiarius, Mischophloeus paniculatus, Pinanga sylvestris, dan Seaforthia vestiaria (pinang monyet, pinang merah). Pinang monyet tumbuh tunggal atau merumpun padat, membentuk akar udara berwarna kemerahan, pelepah daun berwarna merah atau oranye menyala, warna buah berubah menjadi merah menyala pada saat masak. Warna merah terutama sangat menonjol di dataran tinggi dan menjadi lebih kusam di dataran rendah. Terdapat di Sulawesi Utara dan Maluku Utara, dibudidayakan sebagai tanaman hias dengan nama pinang merah.

Akar Pinang Monyet

Buah Pinang Monyet



Cyrtostachys renda Blume sin. Cyrtostachys lakka Becc., Areca erythrocarpa H.Wendl., Areca erythropoda Miq., Bentinckia renda (Blume) Mart., Pinanga purpurea Miq., Pinanga rubricaulis Linden, dan Ptychosperma coccinea Teijsm. & Binn (pinang merah, palem merah, palem lipstik, lipstick palm, scarlet palm, sealing wWax palm, red palm, dan sumatra wax palm). Bukan termasuk genus Areca, palem merah tumbuh merumpun dengan tinggi berkisar antara 6-14 m. Batang ramping dan tidak terlalu besar. Daun berwarna hijau cemerlang, bersirip agak melengkung denga~ anak-anak daun agak kaku. Ciri khas jenis palem ini adalah pelepah daunnya dan buahnya yang berwarna merah sehingga sangat menarik sebagai tanaman hias. Terdapat di Sumatera, terutama Provinsi Jambi, dibudidayakan sebagai tanaman hias dengan nama pinang merah.

Pinang Merah

Buah Pinang Merah


Ceremai atau Cermai



Ceremai (Phyllanthus acidus) diperkirakan memiliki asal-usul dari Madagaskar. Kini ceremai telah menyebar ke berbagai wilayah tropis seperti di Asia Tenggara (Vietnam selatan, Laos, Indonesia dan Malaya bagian utara), kepulauan-kepulauan Mauritius, Réunion dan Rodrigues di Samudra Hindia, serta di Guam, Hawaii dan beberapa kepulauan lain di Samudra Pasifik. Pada tahun 1793, tanaman ini dibawa ke Jamaika dari Timor; dan semenjak itu menyebar luas ke seluruh kepulauan Karibia, diikuti kemudian dengan masuknya ke Amerika Tengah...
dan Selatan. Ceremai juga dikenal dengan nama cerme, cereme, ceremoi (Aceh), chermai (Mal.), karmay (Ilokano, Fil.), mayom (Thai.), cermelek (Kupang), dan lain-lain. Dalam bahasa Inggris dinamai Otaheite gooseberry, Malay gooseberry dan beberapa sebutan yang lain.

Ceremai merupakan perdu atau pohon kecil dengan ketinggian sampai 9 m, bercabang rendah dan renggang. Sepintas, pohon ceremai bukan tidak mirip dengan pohon belimbing wuluh.
Daun tunggal, bundar telur dengan ujung runcing, panjang 2-7 cm, tersusun di rantingnya seperti daun majemuk menyirip. Bunga-bunganya berkelamin tunggal atau ganda, merah, berbilangan 4, tersusun dalam malai hingga 12 cm. Buah batu, bulat dengan 6-8 rusuk, kuning keputihan menyerupai lilin, berdiameter hingga 2,5 cm, bergantungan sendiri atau dalam untaian. Daging buah keputihan, masam dan banyak berair, di tengahnya terdapat inti yang keras dengan 4-6 butir biji. Pohon ini dapat tumbuh di daerah tropik dan subtropik, menyukai tempat yang lembap sampai ketinggian sekitar 1.000 m dpl. Cerme dapat dibiakkan melalui biji atau stek. Ceremai berkerabat dekat dengan pohon malaka (Phyllanthus emblica) dan meniran (P. niruri); keduanya adalah tumbuhan yang berkhasiat obat.

Pohon Ceremai
Buah cerme sering dimakan segar dengan dicampur gula, garam atau dirujak. Cermai juga kerap dibuat manisan, direbus (disetup) atau dibuat minuman penyegar. Daun mudanya digunakan sebagai lalap. Rebusan akar cerme digunakan untuk meringankan asma dan mengobati penyakit kulit. Bahan penyamak juga dihasilkan dari kulit akarnya. Pohon cerme kerap ditanam sebagai peneduh atau penghias halaman dan taman.

Talas atau Keladi



 
Talas (Colocasia esculenta (L.) Schott) merupakan tumbuhan famili Araceae asli dari Asia Tenggara atau Asia Tengah bagian selatan yang telah telah dibudidayakan sebagai bahan pangan utama sebelum padi. Saat ini talas tumbuh di seluruh India Barat, Afrika Barat dan Utara, China Selatan dan Tengah, Indonesia, Malaysia, Filipina, Papua Nugini, dan pulau-pulau di Samudera Pasifik (termasuk Hawaii). Dikenal dua varietas talas, yaitu C. esculenta var. esculenta yang mempunyai pangkal batang membesar dengan sedikit rimpang dan...
C. esculenta var. antiquorum yang mempunyai pangkal batang tidak terlalu membesar tetapi membentuk banyak rimpang dengan ukuran besar. Varietas yang pertama lazim disebut dasheen, yang kedua disebut eddoe. Talas dikenal dengan berbagai nama daerah di Indonesia, di antaranya eumpene (Aceh), lumbu (Gayo), keladi, sukat, ambargo, sauhat, tale, suwat (Batak), bolang, taleus (Sunda), gelo, linyal, tales (Jawa), tales (Bali), ufi lole (Flores), paco (Makassar), aladi (Bugis), bete, komo (Maluku), kalen, mom, warimu, nomo, uma, ifen, fa faine, biau, yefam, buge, hekere, mengkodo (Papua).

Daun dan Tangkai berwarna hijau
Umbi Talas

 Talas merupakan terna yang tumbuh tegak. Sistem perakaran liar, berserabut, dan dangkal. Batang sejati tesimpan dalam tanah, pejal, menyilinder atau membulat, biasanya coklat tua, dilengkapi dengan kuncup ketiak yang terdapat di atas lampang daun tempat munculnya umbi baru, tunas atau stolon. Daun memerisai dengan tangkai panjang dan besar. Perbungaan tongkol dikelilingi oleh seludang dan didukung oleh gagang yang lebih pendek dari tangkai daun, bunga jantan dan betina kecil, tempatnya terpisah pada tongkol, bunga betina di bagian pangkal, hijau, bunga jantan pada bagian atasnya warna putih steril, ujung tongkol dilengkapi dengan organ steril. Perbuahan seperti kepala yang berisi buah buni yang rapat. Biji membundar telur.Bagian talas yang dikonsumsi sebagai bahan pangan alternatif bergantung pada tipenya. Pada tipe dasheen, yang dikonsi adalah pangkal batangnya yang membesar. Tipe ini adalah yang terdapat di Indonesia. Pada tipe eddoe, yang dikonsumsi adalah rimpang yang tumbuh dari pangkal batang. Pangkal batang atau rimpang tersebut dikonsumsi sebagai bahan makanan pokok dengan cara dipanggang, dikukus, direbus, atau dimasak dalam tabung bambu. Selai itu talas juga dapat diolah menjadi makanan nyamikan (snack) dengan cara digoreng atau dijadikan keripik. Bubur yang dibuat dari pangkal batang atau rimpang talas dapat digunakan sebagai makanan bayi untuk melancarkan pencernaan. Selain batang bawah dan rimpangnya, helain daun dan tangkai daun talas juga dapat dikonsumsi sebagai bahan sayur. Di Asia Tenggara, selain dikonsumsi, talas juga dimanfaatkan dalam upacara adat , sebagai bahan obat-obatan, dan sebagai makanan ternak, terutama babi. Kultivar talas tertentu juga ditanam sebagai tanaman hias, misalnya talas hitam 'Black Magic'.

Daun dan Tangkai berwarna hitam "Black Magic"

alas sering dikacaukan dengan keladi dan jenis-jenis tumbuhan keladi-keladian lainnya. Keladi (Caladium spp.) merupakan tumbuhan asli Amerika Selatan dengan batang kecil dan mempunyai daun berwarna-warni sehingga pada umumnya ditanam sebagai tanaman hias. Kimpul hitam (Xanthosoma nigrum (Vell.) Mansfield sin. Arum nigrum Vell., Xanthosoma violaceum Schott, Xanthosoma ianthinum K. Kotch) dan tanaman sejenis dengan tangkai daun berwarna hijau Xanthosoma sagittifolium (L.) Schott sin. Arum sagittaefolium L., Arum xanthorrhizon Jacquin, Xanthosoma xanthorrizon (Jacquin) Koch) merupakan tumbuhan asli Amerika Tengah yang mempunyai daun lebar dengan ujung mengarah ke bawah dengan lapisan putih pada permukaan bawah daun. Bagian yang dikonsumsi dari tanaman ini adalah rimpang cabang dari batang, bukan batangnya. Biyah (Alocasia macrorrhizos (L.) G. Don sin. A. macrorrhiza) merupakan tumbuhan asli kawasan Malesia dan Australia tropik, tumbuh tegak dengan ukuran yang jauh lebih besar dari talas dengan tangkai daun vertikal dan daun besar yang cenderung tumbuh tegak. Batang dari tanaman ini dapat dimakan, tetapi bagian luarnya mengandung asam oksalat yang tinggi sehingga dapat menyebabkan mulut menjadi gatal dan bengkak. Cyrtosperma spp. merupakan tumbuhan asli Asia dan pulau-pulau di Samudera Pasifik, khusunya PNG, mempunyai rimpang yang tumbuh menjalar dan kadang-kadang mempunyai tangkai daun yang "berduri", lazim tumbuh di rawa. Di Indonesia, nama talas, kimpul, dan keladi sering dipertukarkan penggunaannya sehingga semakin membingungkan. Untuk membedakannya memang tidak mudah, tetapi talas dapat tumbuh di tempat dengan maupun tanpa genangan air, sedangkan kimpul dan keladi tidak dapat tumbuh di tempat berair.

Botani talas: (1) habitus, (2) tipe edoe, (3) tipe sasheen