Saya membuat blog ini karena ...

... sulit sekali menemukan informasi mengenai jenis tanaman dari situs pemerintah yang ada di Indonesia. Blog ini tidak perlu ada andaikan saja pemerintah Indonesia bisa mencontoh apa yang dilakukan pemerintah negara tetangga untuk mencatat dan mempromosikan keanekaragaman hayatinya. Para bapak/ibu pejabat yang sering studi banding ke luar negeri, tolong pelajari bagaimana negara tetangga mempedulikan keanekaragaman hayatinya : Atlas of Living Australia | FloraBase - The Western Australia Flora | Plants and Animlas of Northern Territory | Digital Flora of Papua New Guinea | Philippine Biodiversity | Malaysian Flora and Fauna | Biodiversity Portal of Singapore | Dicari, URL situs serupa untuk Indonesia! Ditemukan: fObi, tapi bukan prakarsa pemerintah.

Selasa, 01 April 2014

Jagung



Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang terpenting, selain gandum dan padi. Sebagai sumber karbohidrat utama di Amerika Tengah dan Selatan, jagung juga menjadi alternatif sumber pangan di Amerika Serikat. Penduduk beberapa daerah di Indonesia (misalnya di Madura dan Nusa Tenggara) juga menggunakan jagung sebagai pangan pokok. Selain sebagai sumber karbohidrat, jagung juga ditanam sebagai pakan ternak (hijauan maupun tongkolnya), diambil minyaknya (dari bulir), dibuat tepung (dari bulir, dikenal dengan istilah tepung jagung atau maizena), dan bahan baku industri (dari tepung bulir dan tepung tongkolnya). Tongkol jagung kaya akan pentosa, yang dipakai sebagai bahan baku pembuatan furfural. Jagung yang telah direkayasa genetika juga sekarang ditanam sebagai penghasil bahan farmasi.
Jagung merupakan tanaman semusim (annual). Satu siklus hidupnya diselesaikan dalam 80-150 hari. Paruh pertama dari siklus merupakan tahap pertumbuhan vegetatif dan paruh kedua untuk tahap pertumbuhan generatif.

Tinggi tanaman jagung sangat bervariasi. Meskipun tanaman jagung umumnya berketinggian antara 1m sampai 3m, ada varietas yang dapat mencapai tinggi 6m. Tinggi tanaman biasa diukur dari permukaan tanah hingga ruas teratas sebelum bunga jantan. Meskipun beberapa varietas dapat menghasilkan anakan (seperti padi), pada umumnya jagung tidak memiliki kemampuan ini.
Bunga betina jagung berupa "tongkol" yang terbungkus oleh semacam pelepah dengan "rambut". Rambut jagung sebenarnya adalah tangkai putik. Jagung termasuk tanaman bijinya berkeping tunggal monokotil, jagung tergolong berakar serabut yang dapat mencapai kedalaman 80 cm meskipun sebagian besar berada pada kisaran 20 cm. Pada tanaman yang sudah cukup dewasa muncul akar adventif dari buku-buku batang bagian bawah yang membantu menyangga tegaknya tanaman.







Batang jagung tegak dan mudah terlihat, sebagaimana sorgum dan tebu, namun tidak seperti padi atau gandum. Terdapat mutan yang batangnya tidak tumbuh pesat sehingga tanaman berbentuk roset. Batang beruas-ruas. Ruas terbungkus pelepah daun yang muncul dari buku. Batang jagung cukup kokoh namun tidak banyak mengandung lignin. Daun jagung adalah daun sempurna. Bentuknya memanjang. Antara pelepah dan helai daun terdapat ligula. Tulang daun sejajar dengan ibu tulang daun. Permukaan daun ada yang licin dan ada yang berambut. Stoma pada daun jagung berbentuk halter, yang khas dimiliki familia Poaceae. Setiap stoma dikelilingi sel-sel epidermis berbentuk kipas. Struktur ini berperan penting dalam respon tanaman menanggapi defisit air pada sel-sel daun.

Jagung memiliki bunga jantan dan bunga betina yang terpisah (diklin) dalam satu tanaman (monoecious). Tiap kuntum bunga memiliki struktur khas bunga dari suku Poaceae, yang disebut floret. Pada jagung, dua floret dibatasi oleh sepasang glumae (tunggal: gluma). Bunga jantan tumbuh di bagian puncak tanaman, berupa karangan bunga (inflorescence). Serbuk sari berwarna kuning dan beraroma khas. Bunga betina tersusun dalam tongkol. Tongkol tumbuh dari buku, di antara batang dan pelepah daun.
Pada umumnya, satu tanaman hanya dapat menghasilkan satu tongkol produktif meskipun memiliki sejumlah bunga betina. Beberapa varietas unggul dapat menghasilkan lebih dari satu tongkol produktif, dan disebut sebagai varietas prolifik. Bunga jantan jagung cenderung siap untuk penyerbukan 2-5 hari lebih dini daripada bunga betinanya (protandri).
ciri-ciri:
  1. panjang
  2. berisi
  3. ada buahya
Klasifikasi ilmiah
  • Kerajaan: Plantae
  • divisio: Monocots
  • classis: Commelinids
  • Ordo: Poales
  • Famili: Poaceae
  • Genus: Zea
  • Spesies: Z. mays
  • Nama: binomial
Zea mays ssp. maysL.
Jagung (Zea mays L.)merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang terpenting, selain gandum dan padi. Sebagai sumber karbohidrat utama di Amerika Tengah dan Selatan, jagung juga menjadi alternatif sumber pangan di Amerika Serikat. Penduduk beberapa daerah di Indonesia (misalnya di Madura dan Nusa Tenggara) juga menggunakan jagung sebagai pangan pokok. Selain sebagai sumber karbohidrat, jagung juga ditanam sebagai pakan ternak (hijauan maupun tongkolnya), diambil minyaknya (dari bulir), dibuat tepung (dari bulir, dikenal dengan istilah tepung jagung atau maizena), dan bahan baku industri (dari tepung bulir dan tepung tongkolnya). Tongkol jagung kaya akan pentosa, yang dipakai sebagai bahan baku pembuatan furfural. Jagung yang telah direkayasa genetika juga sekarang ditanam sebagai penghasil bahan farmasi.

Ubi Kayu



Ubi kayu (nama botani: Manihot Esculenta Crantz) ialah tumbuhan tropika dan subtropika dari famili Euphorbiaceae yang terkenal sebagai sumber utama karbohidrat dan daunnya sebagai sayuran. Ubi kayu dikatakan berasal dari bahagian tropika Amerika Selatan tetapi kini taburannya hampir di semua kawasan tropika seluruh dunia.





Nama Lokal :
Cassava (Inggris), Kasapen, sampeu, kowi dangdeur (Sunda); Ubi kayu, singkong, ketela pohon (Indonesia); Pohon, bodin, ketela bodin, tela jendral, tela kaspo (Jawa)

Kandungan dan Manfaat ubi kayu - Nama lain bagi ubi kayu adalah ubi benggala, ubi belanda dan cassava (bahasa Inggeris). Dalam penerbitan bahasa Inggeris, tanaman ini biasanya dirujuk dengan menggunakan nama-nama tempatannya, seperti mandioca, aipim, atau macaxeira (Brazil), kassav (Haiti), mandi´o (Paraguay), akpu atau ugburu (Nigeria), bankye (Ghana), mogo atau mihogo (kawasan di Afrika yang berbahasa Swahili), kappa (India), maniok (Sri Lanka), singkong (Indonesia), kamoteng kahoy atau balanghoy (Filipina), mushu (China), cá»§ sắn or khoai mì (Vietnam) dan manioke atau manioca (Polynesia).




Kandungan dan Manfaat ubi kayu-  Manfaat ubi kayu sendiri untuk kesehatan sangatlah baik, dan juga sangan berguna untuk mengobati macam penyakit, ubi kayu sendiri memiliki banyak kandunagn dan banyak penyakit yang bisa diobati antara nya adalah demam, diare dan luka bernanah selain itu masih ada lagi. untuk mengetahui lebih jelas nya bisa anda baca di bawah ini.
  • Kandungan kimia ubi kayu per 100 gram
- Kalori 146 kal
- Protein 1,2 gram
- Lemak 0,3 gram
- Hidrat arang 34,7 gram
- Kalsium 33 mg
- Fosfor 40 mg
- Zat besi 0,7 mg
  • Kandungan gizi ubi kayu per 100 gram 
- Vitamin B1 0,06 mg
- Vitamin C 30 mg 
- Dan 70% bagian buah umbi kayu dapat dimakan.
  • Kandungan daun ubi kayu per 100 gram
- Vitamin A 11000 SI
- Vitamin C 275 mg
- Vitamin B1 0,12 mg
- Kalsium 165 mg
- Kalori 73 kal
- Fosfor 54 mg
- Protein 6,8 gram
- Lemak 1,2 gram
- Hidrat arang 13 gram 
- Zat besi 2 mg
- 87% Bagian daun daun dapat dimakan.
  • Kulit batang ubi kayu
- Tanin
- Enzim peroksidase
- Glikosida
- Kalsium oksalat.

Dari sekian banyaknya kandungan gizi dan kimia ubi kayu, sehingga tak mengherankan kalau khasiat ubi kayu sangat banyak sekali dibidang kesehatan, berikut ini adalah beberapa khasiat ubi kayu untuk mengobati beberapa penyakit dan cara mengolahnya.

1. Sakit demam : Siap 1 potong batang daun ubi kayu, rebus dengan 3 gelas air sampai mendidih. Kemudian saring untuk diambil airnya, lalu minum dua kali sehari pagi dan sore.

2. Obat diare : Ambil tujuh lembar daun ubi kayu, cuci sampai bersih kemudian rebus dengan volume air 4 gelas sampai mendidih dan tersisa 2 gelas, kemudian saring ambil airnya. Minum dua kali sehari, pagi dan sore, Untuk anak-anak yang masih menyusui terkena diare, ibunya yang minum air ramuan tersebut.
3. Luka baru barang panas : Ambil 1 potong buah ubi kayu buang kulitnya lalu parut peras ambil airnya. Biarkan beberapa saat sampai tepungnya mengendap. Ambil tepungnya dan gunakan untuk mengolesi bagian tubuh yang luka.

4. Luka bernanah : Ambil batang daun ubi kayu yang masih muda secukupnya, tumbuk sampai halus, gunakan untuk membalur tubuh yang mengalami luka.

Untuk melihat lebih jauh lagi kegunaan ubi kayu dapat di lihat di BALITKABI

Kacang Tunggak


Kacang Tunggak

Kacang tunggak merupakan tanaman kacang-kacangan asal Africa (kelompok kultivar Unguiculata) dan asal India dan Asia Tenggara (kelompok kultivar Biflora). Kacang tunggak kini dibudidayakan secara luas secara luas di seluruh daerah tropis dan subtropis, terutama di Afrika, Asia, terutama di India, Australia, Karibia, Amerika Serikat bagian Selatan. Nama ilmiah kacang tunggak adalah Vigna unguiculata (L.) Walp. 'Group Unguiculata' dan 'Group Biflora'  (periksa status nama ilmiah, sinonim, dan klasifikasi di GBIF Data Portal, ITIS, dan The Plant List), sedangkan nama umumnya adalah kacang tunggak, kacang merah (Indonesia), common copea, black-eye bean, dan southern pea (kelompok kultivar Unguiculata), catjang copea, sowpea (kelompok kultivar Biflora) (Unggris). Di Timor dibudidayakan secara tumpangsari dengan jagung bersama-sama dengan kacang nasi (Vigna umbellata).


Herba setahun atau tahunan, tegak, menjalar, atau melilit, batang agak berambut pendek, panjang 1-3 m. Stipula berbentuk lanset, kurang lebih 1 cm, dengan tonjolan sempit di bawah titik pangkalnya. Daun berselang-seling, panjang tangkai daun 5-25 cm, beranak daun tiga: helai daun tengah simetris, membulat telur, kadang-kadang berlekuk dangkal, (6,5-)7-13,5(-19,5) cm x (3,5-)4,0-9,5(-17,0) cm, helai daun samping tidak simetris, membenjol ke salah satu sisi; kedua permukaan helai anak daun tidak berambut, pangkal helai anak daun berbentuk membulat atau agak menyudut, ujung helai anak daun berbentuk menajam. Malai pada ketiak daun, dengan 1 helai daun tangkai malai, panjang tangkai malai (4-)10-17(-32) cm, sumbu melengkung, permukaan bertonjolan jarang, berisi 2-6 bunga menggerombol pada bagian atas sumbu. Bunga fertil bertangkai pendek, melekat berdekatan dengan pangkal tangkai bunga abortif yang meninggalkan tonjolan berkelenjar, daun tangkai bunga 2, membulat telur terbalik, panjang 3-5 mm, mudah rontok. Kelopak berbentuk lonceng, 6-10 mm, bergerigi, bilah berbentuk menyerupai lanset, panjang 5-7 mm. Mahkota terdiri atas standar, sayap dan lunas; helai standar putih kekuningan atau ungu, suborbicular, panjang 1.2-3.3 × 1-3.2 cm, ujung berbentuk melekuk dalam ke dalam; helai sayap biru atau jingga, berbentuk agak menyegitiga, 2,2 cm x 1,2 cm; lunas biasanya putih atau pucat, berbentuk perahu, ujung tidak melengkung, 2,1 cm x 1,2 cm. Benang sari diadelfous (9+1), bakal buah berisi 12-21 bakal biji. Polong tegak kaku atau menggantung, panjang 10-100 cm. Biji banyak, bervariasi dalam bentuk, dukuran, dan warna, merah gelap, hitam, atau berbercak hitam atau coklat, membundar sampai menyudut atau menyerupai ginjal, 5-10 mm x 4-8 mm.






Kacang tunggak terdiri atas dua kelompok kultivar:
  • Vigna unguiculata ‘Group Unguiculata’: herba setahun tegak atau agak tegak menjalar, tinggi 15-80 cm, polong kaku atau lembut, menggantung (bahkan ketika masih muda), keras dan padat, panjang 10-30 cm, tidak membengkak pada bagian berisi biji ketika masih muda; panjang biji 6-10 mm. Nama umum: kacang tunggak (Indonesia), cowpea, black-eye bean, southern pea (Inggris). 
  • Vigna unguiculata ‘Group Biflora’: herba setahun tegak atau agak tegak menjalar, tinggi 15-80 cm; polong kaku atau lembut, keras dan padat, panjang 7,5-12 cm, tidak membengkak pada bagian berisi biji ketika masih muda; panjang biji 3-6 mm. Nama umum: kacang merah, kacang tunggak, cowpea, sowpea (Inggris). 
Satu kelompok kultivar Vigna unguikulata, yaitu Vigna unguiculata ‘Group Sesquipedalis’, dikenal dengan nama umum kacang panjang (Indonesia) atau yard-long bean, asparagus bean (Inggris)., merupakan herba setahun melilit, tinggi 2-4 m, polong tidak kaku, menggantung, panjang 30-100 cm, tidak padat dan keras, agak membengkan pada bagian berisi biji ketika masih muda; panjang biji 3-6 mm.

Kacang tunggak dimanfaatkan terutama biji keringVigna unguiculata ‘Group Sesquipedalis’: herba setahun melilit, tinggi 2-4 m, polong tidak kaku, menggantung, panjang 30-100 cm, tidak padat dan keras, agak membengkan pada bagian berisi biji ketika masih muda; panjang biji 3-6 mm. Nama umum: kacang panjang, yard-long bean, asparagus bean (Inggris). nya untuk dimasak bersama dengan jagung dan bahan sayuran lain. Polong muda dan pucuknya juga dapat digunakan sebagai bahan sayur. Tanaman kacang tunggak juga dapat dibudidayakan sebagai penutup tanah dan pupuk hijau.


Kacang Panjang

Kacang Panjang

Kacang Panjang Berwarna Merah

Tanaman Sekerabat:
  • Vigna unguiculata (L.) Walp. kelompok kultivar  Melanophthalmus, asal Afrika Barat, polong berbiji relatif sedikit, kulit biji tipis, biji agak mengerut, putih sebagian.
  • Vigna unguiculata (L.) Walp. kelompok kultivar Textilis, kelompok dengan anggota terbatas asal Nigeria, dibudidayakan untuk memperoleh serat dari tangkai polongnya, dibudidayakan di kawasan delta bagian hulu sungai Niger ke arah Barat sampai lembah Danau Chad.
  • Vigna unguiculata (L.) Walp. kelompok kultivar Sesquipedalis, dibudidayakan untuk memperoleh polong muda, tanaman memanjat, batang dapat mencapai panjang 4 m, panjang polong 30-120 cm, jarak antar biji dalam polong renggang, merupakan tanaman sayuran penting di Asia Tenggara, dikenal dengan nama kacang panjang (bahasa Indonesia) atau yard long bean atau asparagus bean (bahasa Inggris)

Sentul





Sentul (Sandoricum koetjape (Burm.f.) Merr.) diperkirakan berasal dari Indocina dan Semenanjung Malaya. Berabad-abad yang silam, tumbuhan ini dibawa dan dimasukkan ke India, Indonesia (Borneo, Maluku), Mauritius, dan Filipina, di mana tanaman buah ini kemudian menjadi populer, ditanam secara luas dan mengalami naturalisasi. Nama-nama lainnya adalah kecapi (Indonesia), kechapi (Mal.), sentol, santol atau wild mangosteen (Ingg.), santor (Fil.). Sentul ada dua macam, yakni dengan daun tua sebelum gugur berwarna kuning dan yang berwarna merah. Dahulu, kedua varietas ini dianggap sebagai spesies yang berbeda (Sandoricum indicum berdaun kuning dan S. nervosum berdaun merah).

Pohon sentul merupakan pohon yang rimbun dan besar, dapat mencapai tinggi 30 m, meski umumnya di pekarangan hanya mencapai sekitar 20-an meter. Batang dapat mencapai diameter 90 cm, bergetah seperti susu. Daun majemuk berselang-seling, bertangkai s/d 18 cm, menyirip beranak daun tiga, bentuk jorong sampai bundar telur, 6-26 × 3-16 cm; membulat atau agak runcing di pangkal, meruncing di ujung; hijau berkilat di sebelah atas, hijau kusam di bawahnya. Anak daun ujung bertangkai panjang, jauh lebih panjang dari tangkai anak daun sampingnya. Bunga dalam malai di ketiak daun, berambut, menggantung, sampai dengan 25 cm. Bunga berkelamin dua, bertangkai pendek; kelopak bertaju 5; mahkota 5 helai, kuning hijau, lanset sungsang, 6-8 mm; samar-samar berbau harum. Buah buni bulat agak gepeng, 5-6 cm, kuning atau kemerahan jika masak, berbulu halus seperti beludru. Daging buah bagian luar tebal dan keras, menyatu dengan kulit, kemerahan, agak masam; daging buah bagian dalam lunak dan berair, melekat pada biji, putih, masam sampai manis. Biji 2-5 butir, besar, bulat telur agak pipih, coklat kemerahan berkilat; keping biji berwarna merah.

Buah Sentul Hampir Masak

Isi Buah Sentul

Pohon ini ditanam terutama karena diharapkan buahnya, yang berasa manis atau agak masam. Kulit buahnya yang berdaging tebal kerap dimakan dalam keadaan segar atau dimasak lebih dulu, dijadikan manisan atau marmalade. Kayu kecapi bermutu baik sebagai bahan konstruksi rumah, bahan perkakas atau kerajinan, mudah dikerjakan dan mudah dipoles. Berbagai bagian pohon kecapi memiliki khasiat obat. Rebusan daunnya digunakan sebagai penurun demam. Serbuk kulit batangnya untuk pengobatan cacing gelang. Akarnya untuk obat kembung, sakit perut dan diare; serta untuk penguat tubuh wanita setelah melahirkan.